Desa Dermaji

Kecamatan Lumbir Banyumas

Dandang

Dandang

Dandang merupakan piranti memasak tradisional. Dandang digunakan untuk menanak nasi, dipadukan dengan kusan, buntut dan kekeb. Biasanya dandang terbuat dari tembaga. Namun sekarang ini kita lebih sering menjumpai dandang yang terbuat dari aluminium.

Dandang berbentuk silinder dengan ukuran yang bervariasi. Ada yang berukuran tinggi 35 cm dengan diameter 30 cm, ada pula yang berukuran tinggi 45 cm dengan diameter 40 cm. Dandang dapat menampung beras sekitar 1,5 kg sampai 3 kg tergantung ukuran kusan yang digunakan.

Di zaman yang serba menggunakan teknologi seperti sekarang ini, sudah jarang ditemui warga yang menanak nasi menggunakan dandang. Apalagi sudah banyak alat penanak nasi yang lebih praktis misalkan magic com/rice cooker. Menanak nasi  mengunakan dandang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan menggunakan magic com /rice cooker. Selain itu menanak nasi menggunakan dandang harus pula dilengkapi dengan kusan,buntut, dan kekeb. Sedangkan untuk sekarang ini khususnya di Dermaji, sudah sangat jarang ditemui pengrajin kusan. Dapat dibilang menanak nasi menggunakan dandang lebih repot dibanding menanak nasi menggunakan alat penanak nasi listrik.

Beda halnya dengan ibu Darsini (62) warga RT 004 RW 002 meski lebih repot, beliau tetap menggunakan dandang sebagai alat penanak nasi. Menurut beliau  nasi yang di tanak menggunakan dandang hasilnya lebih keset dan tanak dibandingkan dengan nasi  yang ditanak menggunakan rice cooker. Meskipun prosesnya lebih lama dan repot, namun sejak dulu bahkan sebelum beliau menikah sampai sekarang beliau tetap menggunakan dandang sebagai alat penanak nasi.

Selain sebagai alat penanak nasi, menurut mitos jawa dandang dapat digunakan sebagai alat pemancing suara tangisan bayi yang lahir tanpa tangisan  dan memanggil orang yang sedang jauh dari kita agar cepat pulang misalkan orang yang sedang merantau. Untuk memancing suara tangisan bayi yang lahir tanpa tangisan, dengan cara memanggil si bayi lewat lubang dandang. Sama halnya untuk memanggil orang yang sedang berada jauh dari kita dengan cara memanggil nama orang tersebut lewat lubang dandang.

Did you like this? Share it:

Baca tulisan terkait:

  • Tidak ada tulisan terkait!
This entry was posted in Dermaji Tempo Doeloe, museum desa, Potensi Desa, Seni Budaya and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • museum desa
  • Tulisan Terakhir

  • Arsip



  • Desa ini merupakan anggota jaringan :